Hasballah Thaib, Zamakhsyari (2026) Pandangan Al-Qur’an Terhadap Dasar-Dasar Metode Rasional – Logis. Warta Dharmawangsa, 20 (1). pp. 57-81. ISSN 1829 - 7463
|
Text
pdf - Published Version Download (35kB) |
|
|
Text
8207-28996-1-PB (1).pdf Download (541kB) |
Abstract
Al-Qur'an menggunakan berbagai cara dalam menyampaikan pesan-pesannya kepada manusia, yang bervariasi sesuai dengan level pemahaman mereka. Ia berfungsi sebagai panduan bagi umat manusia, mendorong setiap orang untuk berpikir, merenungkan, dan menggunakan kecerdasan mereka, sesuai dengan sifat manusia sebagai makhluk berakal. Ketika Al-Qur'an menjadikan akal sebagai dasar dalam penalaran sistematis, Al-Qur'an juga memberikan bimbingan yang jelas. Sebaliknya, Al-Qur'an menetapkan suatu metode yang tegas agar akal bisa sampai pada kesimpulan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip-prinsip metodologi berpikir logis, menunjukkan peran dialektika Al-Qur'an dalam proses tersebut, serta menjelaskan batasan-batasan dalam pengertian Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah tafsir tematik, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis sejumlah ayat Al-Qur'an terkait topik ini tanpa mengikuti urutan waktu. Tujuannya adalah untuk menggali maksud Tuhan yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut, memperlihatkan petunjuk dari Al-Qur'an, serta menjelaskan aspek-aspek kebesaran Al-Qur'an. Hasil penelitian ini menyoroti dua aspek penting dari metodologi logis dan rasional yang ditetapkan oleh Al-Qur'an. Pertama, aspek penghancuran, yang bertujuan untuk membersihkan pikiran dari semua keyakinan yang tidak didasarkan pada kepastian, serta yang bersifat spekulatif atau asumsi, agar dapat memberikan ruang bagi penalaran logis yang sehat. Kedua, aspek pembangunan, di mana Al-Qur'an mengajarkan manusia untuk mencari bukti, berpegang pada konsistensi dalam berpikir, serta memahami cara membuktikan dan berdialog. Diskusi yang terdapat dalam Al-Qur'an memiliki peran penting dalam menetapkan dan mengembangkan pendekatan logika rasional. Al-Qur'an terlibat dalam debat dengan berbagai aliran agama yang ada pada masa Kenabian, menanggapi keyakinan mereka dan mendorong mereka untuk berpikir secara kritis. Al-Qur'an juga menempatkan martabat akal pada posisi yang tinggi, melarang penyelidikan pada hal-hal di luar kemampuannya, seperti aspek yang tidak terlihat, esensi ketuhanan, roh, serta mukjizat yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Pikiran manusia, sebagai makhluk berakal, terbatas dalam mencapai kebenaran sejati di bidang-bidang tersebut.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > S1-Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Dr. Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 06:15 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.dharmawangsa.ac.id/id/eprint/789 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

