KAJIAN KRITIS TERHADAP RUMUSAN KONSEP MUFASSIR: PERSPEKTIF USHUL TAFSIR

Hasballah Thaib, Zamakhsyari (2025) KAJIAN KRITIS TERHADAP RUMUSAN KONSEP MUFASSIR: PERSPEKTIF USHUL TAFSIR. QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir, 2 (2). pp. 144-163. ISSN 3048-0361

[img] Text
3418 - Published Version

Download (3kB)
[img] Text
1.pdf

Download (1MB)

Abstract

Dalam kajian Ushul tafsir diantarahal yang paling utama dalam pembahasan dasar penafsiran adalah menetapkan konsep mufassir. Hal ini dikarenakan tanpa memahami isu ini akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman mengenaikarakter orang yang melakukan tafsir serta kriteria dan ciri khas pekerjaan mereka. Di masa lalu kajian mengenai tingkatan para mufassir yang dikenal dengan sebutan Thabaqât al-Mufassirinbanyak dibahas dengan tujuan untuk menentukan tingkatan mufassir dan kriteria yang membedakan siapa yang termasuk dalam golongan ini dan siapa yang tidak. Sayangnya, konsep ini belum mendapat perhatian yang memadai dalam kajian turats, bahkan upaya-upaya kontemporer yang berupaya membahasmasalah ini masih terbatas serta sering menghadapi berbagai tantangan. Tulisanini bertujuan untuk mengemukakan analisis kritis dalam merumuskan konsep mufassir, sehingga dapat diidentifikasi bentuk-bentuk pekerjaan tafsir yang membuat seseorang layak diakui sebagai mufassir. Di sisi lain,akan dibahas pembagian para mufassir dan tingkatan mereka berdasarkan metode kerja yang diterapkan. Penelitian ini berbasis studi pustaka dengan pendekatan analitis kritis. Di antara hasil penelitian ini, terdapat dua poin utama: (1) Ada beragam bentuk amalpenafsiranyang masing -masingtidak berada dalam derajat yang sama, yang mencakup berbagai kategori sepertipenghasil karya penafsiran(muntij al-tafsir),penjelasperbedaan antara pemahaman yang benar dan yang lemah(muharrir al-tafsir),pengumpul materi tafsir(jami’ li al-tafsir),peringkas karya tafsir(mukhtashir al-tafsir), penjelas karya tafsir(syarih li al-tafsir),pengajar tafsir(muallim al-tafsir), danpenyampai tafsir(nâqil li al-Tafsir); (2) Istilah mufassir memiliki banyak ruang untuk toleransidalam penggunaannya, dimana mufassir dapat dikategorikan dalam dua kelompoksecara umum, yaitu mufassir praktis dan mufassir partisipatif.Kata Kunci:Ragam kerja penafsiran, konsep mufassir,thabaqât al-mufassirin, ushul tafsir

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1-Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Dr. Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib
Date Deposited: 03 Feb 2026 09:40
Last Modified: 03 Feb 2026 09:40
URI: http://repository.dharmawangsa.ac.id/id/eprint/793

Actions (login required)

View Item View Item